Pacar atau
Sahabat
Pada siang yang tampak gersang itu, Polo mondar-mandir
kesana-kemari dengan ekspresi wajah yang kebingungan. Punggungnya basah dan
pipinya mengalir keringat yang sangat deras. Ruang kelas satu sampai kelas enam
sudah ia jelajahi, begitu pula disetiap sudut sekolahnya. Namun ia tak juga
menemukan sahabat karibnya yakni Antok. Sampai sepulang sekolah pun ia tak
kunjung menemukan Antok. Lama kelamaan kakinya terasa pegal, punggungnya terasa
nyeri karena membawa beban yang berat.